Spread the love

Surabaya || Metroliputan7.com – Sat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak berhasil menangkap 2 pelaku pemalsuan surat GeNose C19 Report, Minggu tanggal 20 Juni 2021.Awal mula, Sat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak melakukan pengecekan terhadap penumpang bus Gunung Harta sebanyak 2 (dua) unit dari Sumenep tujuan Jakarta.Kemudian petugas menemukan surat GeNose C19 Report sebanyak 12 (dua belas) lembar dari penumpang bus yang di duga Palsu.

Selanjutnya, dari dasar penemuan tersebut, dilakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap tersangka.Kemudian pada hari Senin, tanggal 21 Juni 2021, anggota Sat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak mengamankan 2 (dua) orang berinisial H.B.P dan A.S.K yang perannya adalah membuat dan memesan Surat GeNose C19 yang diduga palsu.

“Dari pengakuan H.B.P selaku pembuat surat GeNose palsu tersebut, mendapat pesanan dari A.S.K sebanyak 35 (tiga puluh lima) lembar surat GeNose untuk penumpangnya dari Sumenep tujuan Jakarta, tanpa melakukan pemeriksaan peniup kantong GeNose di klinik, posko Cek Poin yang di selengarakan oleh Pemkab Sumenep,” ujar Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Ganis Setyaningrum.

Tersangka menunjukan cara pemakaiannya ke penumpang, dengan meniup kantong GeNose tersebut di SPBU Kec.Pekamban, Sumenep tanpa disaksikan langsung oleh pihak Nakes Klinik Posko Cek Poin Pemkab.Selanjutnya peniupan kantong di luar Posko Cek Poin karena kantong stok GeNose terbatas, sehingga oleh H.B.P beli kantong kateter / kantong urine di apotek.

Setelah kantong di tiup, kemudian oleh H.B.P di buatkan surat hasil tes GeNose dengan menggunakan data/barcode orang lain. “Menurut keterangan H.B.P, ke 35 (tiga lima) surat GeNose tersebut ada 12 (dua belas) lembar yang menggunakan barkode atau data orang lain dan tidak terdaftar di data Posko Cek Poin Pemkab Sumenep,” lanjut Kapolres.

Pelaksanaan tes GeNose dan surat Hasil tes GeNose yang diselenggarakan Pemkab Sumenep tersebut gratis, namun oleh H.B.P surat hasil tes GeNose tersebut di jual kepada A.S.K seharga Rp. 40.000 tiap lembarnya.”Kemudian A.S.K menjual surat hasil tes GeNose kepada para penumpang seharga Rp. 50.000 tiap lembarnya, sehingga keuntungan yang didapat A.S.K Rp. 10.000,” ungkapnya.

Barang bukti yang di temukan 12 (dua belas) lembar surat Hasil tes GeNose C19 diduga Palsu dan 26 (dua puluh enam) kantong kateter/kantong Urine dan 2 (dua) kantong GeNose kondisi baru, 1 (satu) buah Handphone samsung Note 10 dan Handphone OPPO F1 dan uang tunai 950 (sembilan ratus ribu rupiah). “Tersangka terjerat pasal 263 KUHP pidana ancaman hukuman maxsimal 6 (enam) tahun penjara ,ā€¯pungkasnya

Journalist : Fathur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *