Spread the love

Tulungagung – Metroliputan7.com, Usai sudah perjalanan Heri Santoso alias Boneng dalam bisnis jual beli narkotika. Pria asal Dsn. Karang Arum, Ds. Bangoan, Kec. Kedungwaru, Kab. Tulungagung, tak berdaya saat ditangkap oleh polisi.

Pria 33 tahun tersebut, ditangkap oleh Sat Resnarkoba Polres Tulungagung saat berada di Ds. Bangoan, Kec. Kedungwaru, Kab. Tulungagung, pada hari Jum’at tanggal 23 Juli 2021 sekira pukul 06.30 WIB.

Sebelumnya, pihak kepolisian mendapatkan informasi bahwa, tersangka merupakan seorang pengedar narkotika jenis sabu dan juga Pil Double L. Sehingga, anggota Sat Resnarkoba Polres Tulungagung melakukan penyelidikan.

Dari hasil penyelidikan dan juga pengintaian, akhirnya pelaku berhasil ditangkap, sesaat akan melakukan transaksi narkoba. Selanjutnya, pelaku beserta barang buktinya langsung dibawa ke Mapolres Tulungagung untuk dilakukan proses lebih lanjut.

Paur Subbag Humas Polres Tulungagung, Iptu Nenny Endah Sasongko, S.H., menjelaskan, hingga sampai saat ini, anggota Sat Resnarkoba Polres Tulungagung masih melakukan pengembangan.

“Tentunya, kita tidak hanya berhenti sampai pelaku ini. Kita akan memburu hingga ke akar-akarnya atau bandarnya. Sehingga tidak ada lagi yang memasok barang haram tersebut ke Kabupaten Tulungagung,” ucapnya.

Dari penangkapan terhadap tersangka, anggota Sat Resnarkoba Polres Tulungagung berhasil menyita barang bukti berupa 1 paket sabu dengan bruto 0,08 gram, buah pipet kaca berisi sisa shabu berat 1.08 gram, sebuah pipet kaca kosong, sebuah timbangan digital, sebuah alat bong sabu, 4 buah sekrop sabu dari sedotan plastik, 4 buah korek api, sebuah bekas bungkus rokok LA.

Selain itu, korps Bhayangkara yang khusus menanganj kasus narkoba tersebut, juga mengamankan barang bukti berupa, 184 butir Pil double L, uang tunai sebesar Rp. 529.000, 2 pack plastik klip, sebuah tas selempang warna hitam, sebuah dompet warna hitam, sebuah HP merk Oppo warna hitam dan 1 lembar sobekan kain celana tempat menyimpan sabu.

“Pelaku akan dikenakan pasal berlapis, yakni, Pasal 114 ayat (1) Subs. Pasal 112 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dan atau Pasal 197 Subs. Pasal 196 Jo Pasal 98 ayat (2) UU RI No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan Jo Pasal 60 ke 10 UU RI No.11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja,” pungkasnya.

Journalist : Syaiful

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *