Spread the love

Surabaya – Metroliputan7.com, Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Surabaya menilai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Surabaya tidak transparan soal data Bantuan Sosial bagi warga terdampak pandemi Cavid-19 di kota Surabaya.
Hal itu disampaikan Ketua Umum PC PMII Surabaya, Moch. Fikri Ramadhan setelah melakukan audiensi dengan OPD Surabaya pada Selasa (10/8) kemarin.

“PMII Surabaya merasa sangat kecewa atas jamuan audiensi yang tidak sesuai perkiraan. Peserta undangan yang hadir bukan kepala dinas melainkan staf yang tidak mengerti data terkait tema audiensi yang di usung oleh PC PMII Surabaya,” kata Fikri, Rabu (11/8/2021) kepada awak media Metroliputan7.com.

Ironinya, salah satu peserta audiensi dari perwakilan Pemkot Bagian Administrasi Kerjasama menuding PMII Surabaya akan menyalahgunakan data penerima Bansos dari Pemkot.

“PMII Surabaya hanya ingin melakukan komparasi data dari pemerintah dan data yang sudah dimiliki tim dari PMII Surabaya secara transparansi ketika audiensi,” ungkapnya.

Audiensi tersebut difasilitasi oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) melalui Surat dari Badan Penanggulangan Bencana dan Perlindungan Masyarakat yang bernomor : 005/9846/436.8.4/2021.
Audiensi itu turut mengundang Inspektur, Kepala Badan Pengelolahan Keuangan dan Pajak Daerah, Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat, Kepala Dinas Sosial, Kepala Bagian Administrasi dan Kerjasama, Kepala Bagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat, dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Surabaya. Namun, hanya dihadiri beberapa perwakilan dari OPD terkait.

Termasuk Kepala Dinas Sosial (Dinsos) kota Surabaya yang diharapkan akan memaparkan Bansos ternyata tidak menghadiri undangan melainkan mendelegasikan staf bidang hibah dan agama.

“Lagi-lagi setelah disimpulkan melalui perdebatan yang panjang, ternyata perwakilan dari Pemkot tidak ada yang mempunyai data terkait maksud audiensi dari PMII Surabaya,” jelasnya.

Dalam hal ini, PC PMII Surabaya sudah melakukan kajian strategis untuk menyikapi data-data Bansos bagi warga yang terdampak pandemi Covid-19. Kemudiam dibentuk Tim guna melakukan observasi sekaligus pengumpulan data.

“Dengan data-data yang telah terkumpul, kita PC PMII Surabaya menemukan banyak data Bansos yang tidak tepat sasaran bagi warga Surabaya yang terdampak pandemi Covid-19,” tegasnya.

Journalist : Damanhuri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *