Spread the love

Bojonegoro – Metroliputan7.com,- Pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM) merupakan kolaborasi pendanaan dari pemerintah Pusat melalui APBN, APBD Kabupaten, APBDesa, dan masyarakat berupa in kind dan in cash (tenaga dan uang).

Total biaya pembangunan sangat fantastis mencapai 350 juta rupiah yang terdiri dari dana APBN Rp 245 juta, dana APBDesa Rp 35 juta, dana dari masyarakat berupa in kind senilai Rp 56 juta dan in cash sebesar Rp 14 juta. 

Model pembiayaan Pamsimas ini sangat menarik untuk dikembangkan karena melibatkan unsur pemerintahan dari pusat sampai Desa dan pelibatan masyarakat, yang tentu akan berdampak kepada suksesnya program.

Namun itu tidak terjadi pada
KKM Tirta Mudung sebagai penerima Pamsimas III 2021 Desa Mudung Kecamatan Kepohbaru yang hanya melakukan Normalisasi PNPM Mandiri Perdesaan T.A 2010 yang biayanya sama dengan wilayah lain yang membuat baru.

Kepala Desa Mudung Mat Zaini Saat dikonfirmasi oleh media ini menyampaikan ketidak tahuannya terkait belanja yang dibutuhkan untuk pembangunan Pamsimas.

“Kami sebagai Kades hanya mengetahui (tandatangan saja), tidak tau KKM mau belanja apa saja, kami cuma tau LPJnya, silahkan berkomunikasi langsung dengan KKMnya mas, ini tak telfonkan orangnya agar kesini (Kantor Balai Desa)” katanya

Setelah itu awak media bertemu dengan Ketua KKM Pamsimas Tirta Mudung Imam Ghozali menyampaikan, kalau sampai saat ini sudah di transfer, pada tahap pertama 98 juta dan tahap kedua di trasfer 120 juta.

“Program Pamsimas III 2021 sesuai prosedur, semua biaya dilakukan melalui sistem transfer ke bendahara, Satlak, KKM lalu Ke Bank juga melalui transfer dan pulang hanya membawa slip saja,” jelasnya

Terkait menaran torn, pihaknya menyampaikan kalau itu memang sudah ada sejak 2010 tinggal mengecat.

“Memang, untuk pembuatan menara torn tidak ada di rab, itu normalisasi yang sudah rusak dengan merehab menara, dan hanya menambahkan pipa, pengeboran sumur serta mengadakan meteran listrik,” jelasnya

Kabid Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum Dinas PKPCK Bojonegoro Hari Prasetyo, saat di konfirmasi menegaskan, Cipta karya sifatnya hanya pemberitahuan saja semuanya dari propinsi dan dari dana APBN.

“Yang jelas apabila menemukan kejanggalan di lapangan langsung laporkan saja kalau memang fiktif atau menyimpang,” tegasnya. Jumat (13/08/21).

Perlu diketahui, wilayah Kecamatan Kepohbaru Kabupaten Bojonegoro Jawa timur yang mendapatkanProgram penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas III) tahun angaran 2021 yaitu Desa Mudung dan Desa Cengkir.

Journalist : San/red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *