Spread the love

Bangkalan – metroliputan7.com.- Jawa Timur.Polres Bangkalan melalui Satuan Reskrim saat ini sedang menangani kasus persetubuhan anak di bawah umur dengan modus kekerasan, Pihak Polres kini tengah mengamankan pelaku berinisial (MM) berusia 21 tahun selaku tersangka warga Kecamatan Modung Kabupaten Bangkalan Madura Jawa Timur.

Hal ini berawal dari sebuah laporan seorang ibu rumah tangga datang ke Polres Bangkalan, untuk melaporkan kejadian yang dialami seorang laki-laki MM (21) pekerjaan wiraswasta dengan perempuan yang berstatus pelajar S (14) sebagai korban warga Kecamatan Tanah Merah Kabupaten Bangkalan.

Kapolres Bangkalan AKBP Alith Alarino S.I.K menjelaskan kepada awak media tentang kronologi yang terjadi terhadap korban yang dilakukan oleh tersangka MM (Kamis.19/8/2021) di ruang kerjanya Mapolres Bangkalan.

Berawal dari perkenalan di Sosial Media (Sosmed) tanggal 20/7/2021 tersangka dan korban saling chating dan sering telfon,Setelah satu minggu tanggal 26/7/2021 keduanya sepakat untuk saling bertemu di sebuah tempat di Kecamatan Tanah Merah Kabupaten Bangkalan,Pada waktu itu korban dijemput dan diajak ke rumah tante tersangka di Kecamatan Modung Kabupaten Bangkalan,Di rumah tante tersangka itulah Tempat Kejadian Perkara (TKP) korban diperlakukan tidak senonoh.

Disaat suasana dalam kaadaan sepi dan kosong si korban dipaksa untuk melayani nafsu bejat si tersangka, Semula korban menolak atas ajakan tersangka karena dipaksa dan diancam akan digantung maka korban terpaksa mengikuti kemauan gilanya, Saat melakukan hubungan intim layaknya suami istri tersangka diam-diam merekam dengan video adegan tersebut, Kejadian saat itu dianggap aman oleh pihak tersangka.

Kedua kalinya peristiwa itu terjadi lagi pada tanggal 2/8/2021, Mulanya korban diajak ketemuan oleh tersangka dan korban tidak mau serta menolaknya, Karena dirinya tahu bahwa nantinya tersangka akan melampiaskan maksud gilanya itu, Namun korban diancam lagi oleh tersangka bahwa videonya akan diviralkan melalui sosmed, Karena takut nama baiknya dan aibnya terbongkar maka terpaksa korban menuruti kemauan tersangka.

Kejadian itu dilakukan di tempat yang sama yaitu di rumah tante tersangka karena disana dianggap aman dan leluasa.

Disaat melakukan adegan mesum tersangka bermaksud merekamnya lagi, Namun korban menolaknya saat itulah terjadi saling rampas HP dan saling dorong, Karena korban lemah dan terjatuh saat didorong maka tersangka dengan leluasa melampiaskan nafsu setannya itu.

Atas kejadian itu tersangka dijerat dengan pasal 81 ayat (I) UU RI No 17 tahun 2016 tentang penetapan perpu No 01 tahun 2016 tentang kedua atas UU No 23 tahun 2002 yaitu tentang perlindungan anak, dan menjadi UU jonto pasal 76 (d) UU RI No 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, Dengan pasal tersebut tersangka diancam dengan minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun kurungan penjara.

Journalist : Wie

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *