Spread the love

Opini – Metroliputan7.com.- Beberapa hari yang lalu Densus 88 menangkap ketua Yayasan Syam Organizer Jawa Barat berinisial F atas kasus dugaan tindak pidana teroris berkedok kotak amal, dalam operasi ini Densus 88 menyita 1.540 kotak amal yg diduga untuk pendanaan kelompok Teroris Jamaah Islamiyah ( JI ).
Sejak kamis 12/8/2021 hingga jum’at 20/8/2021 Densus 88 telah menangkap 53 tersangka teroris di 11 provinsi, polisi tidak hanya menyita senjata tetapi juga sejumlah kotak amal yg digunakan untuk mendanai kegiatan kelompok teroris JI. Dalam kasus ini polisi menemukan aliran dana yg jumlahnya mencapai lebih dari Rp.100 Miliar yg digunakan untuk mendanai kegiatan teroris JI.
Polisi menjelaskan ada total dana sebanyak
Rp.124 Miliar yg berhasil ditelusuri polisi dan berasal dari sejumlah sumber, salah satunya dari Syam Organizer yg merupakan yayasan amal kelompok JI. Polisi menjelaskan bahwa uang dikumpulkan lewat kotak amal yg identitas pemasangannya tidak jelas dan tidak memiliki izin. Ribuan kotak amal JI tersebar di supermarket hingga warung makan diberbagai daerah dan provinsi.
Berdasarkan anggota JI yg ditangkap bahwa anggota JI diseluruh Indonesia ada sekitar 1.600 anggota, sebelumnya juga pd 18/12/2020 polisi menyatakan dari penjelasan beberapa tersangka bahwa ada sekitar 6000 jaringan JI yang masih aktif.

Apakah negara kita sudah darurat dan lampu merah radikalisme dan terorisme ?
Yang jelas untuk anggota JI saja sudah ribuan dan itu belum ditambah lagi dengan JAD, MIT dan HTI.
Untuk JI saja terungkap mereka memiliki dana yg sangat besar yaitu sampai 124 miliar dan salah satu sumber pendanaan mereka dgn melalui kotak amal yg mereka sebar diberbagai provinsi dan daerah dan dari kotak amal ini JI bisa mendapatkan milyaran rupiah dengan cara mudah, sudah lebih 20 ribu kotak amal teroris ini yg terungkap. Dengan dana 124 miliar JI bisa banyak membeli bahan2 untuk membuat bom dan senjata. Jika ingin melihat betapa dahsyatnya, mematikannya, bom yg mereka buat maka lihat saja peristiwa bom Bali 1 pada 12 Okt 2002 dengan korban tewas sejumlah 202 orang, bom Bali 1 ini dilakukan oleh kelompok JI yg sebagian dari mereka adalah alumni Afghanistan.

Kita ingin ormas2 agama, para ulama, gencar memberitahukan/mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa hati2 bersedekah ke kotak amal, jangan berinfak kekotak amal yg tidak jelas, yang akhirnya berinfak kekotak amal teroris untuk biaya aksi teroris mereka. Harusnya masyarakat gencar diberitahu, sudahkah dilakukan ? Atau tetap santai aja.

Para teroris ini gencar menyebarkan ideologi maut mereka.
Para teroris ini gencar merekrut anggota dan memcuci otak pengikutnya.
Jangan pernah anggap enteng mereka.
Mereka semua sakit jiwa tetapi mereka tidak bodoh, karena mereka mampu mengumpulkan dana yg sangat besar untuk aksi teroris mereka dan salah satunya menipu masyarakat lewat kotak amal teroris.
Kita jaga Indonesia.Kita jaga Pancasila.
Kita rawat Bhinneka Tunggal Ika.
Dan kita lawan para teroris ini.

Journalist : Idham

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *