Spread the love

Ponorogo – Metroliputan 7.Com –
 Selasa (24/08/21) beredar dan membuat geger jagad maya dengan adanya curhatan masyarakat di (ICWP) Informasi cegatan wilayah Ponorogo atas nama akun ayu bundane dyfa Yang  menawarkan Lemari dan grobaknya untuk membayar kekurangan biaya prokes.

Pada hari Rabu awak media Metro L7.com Melakukan penulusuran kerumah 
Edi Priono (30) tahun.
Jl.Wisanggeni RT:01 Rw:01
Desa Tatung, kec.Mbalong
pemosting atas nama ayu bundane dyfa.
Saat kami wawancarai edi priono  menantu yang meninggal menceritakan kronologi sebenarnya.
“Gini pak awalnya. Istri saya memosting di fb menjual lemari dan grobak untuk membayar kekurangan biaya prokes. Saya gak nyangka akan firal seperti ini. Saya mengontrak rumah kelurahan mangun suman dan satu rumah dengan bapak mertua saya. Kalau bapak aslinya dari kelurahan singosaren.
Awalnya bapak mertua saya sedang sakit . Karena kondisi semakin memprihatinkan saya dan istri berinisiatif meminta tolong relawan untuk bantuan tabung oxigen. Setelah mendapat bantuan tabung oxigen, selang berapa jam bapak meninggal .
 Saya dan istri saya bingung karena dari pihak keluarga singo saren juga belum ada yang datang akhirnya Saya melapor kepada RT dan di arahkan untuk prokes guna mengantisipasi hal yang tidak di inginkan.

Saya di kasih Nomor pak darmawan  nomer pak dwi katanya tim prokes.
Karena pak dwi lagi menangani banyak jenazah, akirnya kami cari tim prokes sendiri. Istri saya juga bingung akhirnya menelfon Mas sofyan dari relawan tabung dan akhirnya datang untuk  membantu prosesi pemakaman.
Saya menayakan sama mas sofyan berapa biaya pemakamannya mas?
Mas sofyan bilang “wis gak usah mikir masalah biaya dulu sepenting bapak bisa segera dimakamkan”.

Karena posisi yang bapak mertua ktp asli singosaren serta masih punya ibuk, saya perlu persetujuan dari pihak keluarga dari bapak mertua . Akhirnya dari keluarga bapak meminta untuk di makamkan singo saren .

mas sofyan tim relawan menjembatani komunikasi antara kelurahan mangun suman dengan singosaren Karena saya di mangun suman posisi saya mengontrak rumah. Karena tidak negative , dan untuk antisipasi pemakaman tetap memakai prokes tapi tidak menggunakan peti jenazah. Karena pak lik dari bapak yang tinggal dinailan meminta menggunakan peti jenazah. Akhirnya kami menggunakan peti jenazah.  Total Dana untuk keseluruhan dari prosesi pemakaman dari peti jenazah ,kain kafan ,plastik pembukus jenazah = RP.2000.000
Biaya Ambulan=Rp350.000
biaya gali kubur Rp1.500.000
Jadi total keseluruham  RP3.850.000

Untuk mas sofyan relawan tabung Gas tidak ada pungutan biaya jasa sama sekali.
 Kami dari keluarga tidak mempermasalahkan sama sekali masalah tersebut.
Cuma saya bingung dalam masalah keuangan. 1 Minggu sebelum bapak mertua meninggal, kakak kandung saya yang tinggal di prabon saya di Desa Tatung ,kecamatan balong juga meninggal di prokes tapi yang mengurusi adalah dari RS.Muslimat dan membayar uang pemulasaraan  jenazah sebesar Rp3.500.000
Ini mas kwitansinya.
Makanya pas bapak mertua saya meninggal wajar kalau saya bingung mau cari uang untuk membayar kekurangan uang prokes.

Akhirnya saya berisiniatif untuk menjual lemari dan grobak saya  posting di fb. Awal mulanya seperti itu pak, saya sendiri gak nyangka akan menjadi viral seperti ini. Tapi bener itu murni niatnya saya jualan bukan menyalahkan pihak manapun.
Pungkas Edi priono.

Journalist : KP Dhr SN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *