Spread the love

Bojonegoro – Metroliputan7.com,-
Bangunan Drainase Dusun Banaran Rt 03 Rw 01 Desa Babad Kecamatan Kedungadem yang di ambilkan dari anggaran dana desa (DD) Tahap III Tahun Anggaran 2020 di dugaan telah di mark-up Kepala Desa Setempat.
Mengingat, antara RAB dan bangunan fisik tidak sesuai.

Yarbo Kepala Desa Babat Kecamatan Kedungadem saat di konfirmasi terkait bangunan tersebut mengatan pihaknya sudah mengerjakan pekerjaan sesui RAB.

“Semua sudah selesai, kami sudah mengerjakan bangunan sesuai RAB bahkan juga sudah kami SPJkan, sedangakan yang tau RAB hanya dasa dan Kecamatan, itupun semua sudah terstruktur dan sudah sesuai,” katanya pada Kamis, (26/08/2021).

Saat dikonfirmasi mengenai monitoring dan evaluasi (Monev) yang dilakukan oleh pihak Kecamatan baik dari Camat, Sekcam dan stafnya, Kades Babad ini katakan tidak valid.

“Dari tim Kecamatan, kami sudah dinyatakan sudah sesuai dan tidak ada masalah, namun ketika di panggil Inspiktorat atas Laporan Hasil Pemeriksaan (LPH) ternyata kurang,” terangnya.

Bahkan Kades mengatakan tidak usah ada monev dari Kecamatan pun kami juga gak masalah.

“Kalau tim kecamatan tidak mampu, ya sudah bilang gak mampu, gak usah di koreksi sekalian, toh kami juga siap di adu dibandingkan kwalitas bangunan kami dengan yang lainya,bahkan pihak inspiktoratpun saat itu kesini sampai jam tujuh baru pulang,” keluhnya.

Kades mengatakan, misalkan didapat temuan dilapangan yang tidak sesuai RAB atau ukuranya beda mungkin Timlak lupa ataupun bagai mana, kami kurang tau.

Journalist : San/red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *