Spread the love

Surabaya – Metroliputan7.com.- Aksi orasi demo sekelompok massa mengatasnamakan Aliansi Warga Surabaya, Gerakan Putra Daerah dan Himpunan Putra Putri Madura menuntut tindak tegas Walikota bersikap adil terhadap OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait insiden pemukulan warga penjaga parkir Rumah Hiburan Umum Zona One Stop Entertainment jl. Kapasari (24/08/2021) yang dilakukan oknum Satpol PP Kota Surabaya.

“Saya sebagai putra asli Surabaya sangat prihatin atas tindakan prilaku bapak Piter Cs (Kabid.Trantibum Satpol PP Kota Surabaya,red) secara sengaja melakukan tindak kesewenangan penyalahgunaan jabatan melanggar aturan PPKM dengan berpesta miras dan aksi pemukulan terhadap warga sipil.

Kami menuntut keadilan kepada bapak Walikota Surabaya, Eri Cahyadi bersikap adil terhadap pelanggaran oknum Pol PP dibawah kepemimpinan bapak,” ujar orator aksi demo Baihaki Akbar yang juga bersama

Sekjen Himpunan Putra Putri Madura (HIPPMA) dan perwakilan Lembaga Advokasi Rakyat Merdeka Gerakan Anti Korupsi (LARM-GAK), Selasa (31/08/2021) di depan pintu masuk Kantor Pemkot Surabaya.

Selanjutnya, aksi demo bentuk protes dari puluhan massa juga membentangkan kertas bertuliskan kecaman *MEMINTA WALIKOTA MENCOPOT: PPNS memenjarakan oknum Satpol PP yang Mendem Ngantemi Wong (mabuk memukuli orang,red),Pidanakan Piter dan Wahyu segera yang intinya sebagai wujud pembelaan penegakan aturan dapat ditegakkan sesuai dengan aturan yang sudah jadi ketentuan wajib dilaksanakan dan dipatuhi.

Baihaki menegaskan terkait adanya permasalahan yang melibatkan oknum Pol PP kota Surabaya harus ada penyelesaian tuntas agar menjadi contoh publik masyarakat sebagai petugas penegak aturan kebijakan pemerintah wajib ditaati bersama tanpa memandang jabatan dan pangkat mendapat sanksi jika ada pelanggaran yang dilakukan.

“Ini kami bicara bukti dan data menunjukkan jelas terjadi pelanggaran aturan mutlak secara sengaja dilakukan oknum Pol PP. Pertama sudah berpesta miras lalu memukul warga sipil di tempat wilayah rumah hiburan diketahui warga sekitar lokasi kejadian. Saya minta permasalahan ini segera diselesaikan, kalau tidak kami akan membawa massa yang lebih besar menuntut keadilan sampai tuntas ada penyelesaian,” tegasnya.

Sementara Kasatpol PP Kota Surabaya, Edi Chritijanto berhasil dikonfirmasi awak media menjawab bahwa dua anggota oknum Pol PP yang dimaksud sudah ada tindaklanjut dengan pemindahan tugas pokok dan sudah diperiksa berdasarkan bukti dan pemanggilan saksi sesuai prosedur kedinasan.

“Ya benar, kami sebagai kepala satuan Pol PP sudah memindahkan tugas anggota yang terlibat langsung. Untuk jabatan Komandan Bataliyon (Wahyu Prasetya Yanotta,red) kini sudah berpindah ke sekretariatan. Kalau Kabid. Trantibum (Piter Frans Rumaseb,red) menunggu berkas yang sudah kami limpahkan ke PPNS

(Penyidik Pegawai Negeri Sipil) guna ada kepastian pengawasan atas penyelenggaraan pemerintahan daerah agar efektif dan efisien, serta penegakan hukum di lingkungan instansi pemerintah baik di pusat maupun di daerah,”.

Journalist : Team

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *