Spread the love

BADKO HMI Jawa Timur Meminta Kapolres Bangkalan Bertanggung Jawab, Atas Tindakan Represif Pada Aksi Bemonstrasi 11 April 2022

Bangkalan – Metroliputan7.com.- Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) BADKO Jawa Timur menyatakan rasa kekecewaan sekaligus mengecam tindakan represif yang dilakukan pihak kepolisian dalam pengamanan aksi demontrasi di gedung DPRD Kabupaten Bangkalan.

Novil sapaan akrabnya sangat menyayangkan dalam upaya pengamanan dan penertiban oleh kepolisian terjadi tindak kekerasan fisik terhadap pengunjuk rasa, mereka melawan sebagai bentuk kulminasi ekpresi kekecewaan terhadap pemerintah.

“Saya sangat menyayangkan kenapa hal demikian bisa terjadi hingga mengakibatkan adanya korban yang mengalami luka-luka akibat dari oknum kepolisian resort Bangkalan, Fakta ini ditemui dari pengamatan langsung di lapangan dan banyaknya foto serta video yang beredar di media sosial (Medsos).”tegas Novil kepada awak media ini.Senin (11/04/2022).

Tindakan represif oleh aparat penegak hukum atas alasan apapun tidak dapat dibenarkan, terlebih lagi yang menjadi korban tindakan kekerasan tersebut adalah kaum intelektual yang menyampaikan aspirasi di muka umum sebagai bentuk kontrol terhadap pemerintah.

“Tindakan represif oleh aparat kepada mahasiswa yang menyuarakan aspirasi tersebut bagaimanapun alasannya tidak dapat dibenarkan, karena Kapolri dan Menkopulham sudah menyampaikan dengan jelas dalam rapat terbatas pimpinan POLRI agar aparat kepolisian dalam melaksanakan tugasnya di lapangan haruslah Humaris.”pungkasnya kembali.

Sementara dalam menjalankan tugas keamanan dan ketertiban masyarakat, aparat kepolisian harus berlandaskan pada aturan yang berlaku dan menjungjung tinggi Hak Asasi Manusia.

“Aksi serentak yang terjadi pada hari Senin 11 Maret 2022 ini merupakan aspirasi yang lahir dari kegelisahan rakyat akan berbagai problematika regulasi yang kacau di negeri tercinta kita, oleh sebab itu seharusnya seluruh element menghormati aspirasi ini sebagai bentuk kebijaksanaan terkhusus pemerintah dari daerah sampai pusat.”tegasnya yang disampaikan kepada awak media ini di lapangan.

Berdasarkan pada pengamatan dan rentetan kekerasan aparat yang terjadi di Kabupaten Bangkalan, Dia mendesak agar Kapolda Jawa Timur selaku pimpinan diatas Kapolres Bangkalan mengevaluasi kinerja Kapolres Alith Alarino, S.I.K, karena bagaimanapun semua ini adalah tanggung jawab dia sebagai Kepala Kepolisian Resort Bangkalan.

“Oleh karena itu kami mendesak Kapolda Jawa Timur agar segera mengevaluasi/mencopot Kapolres Bangkalan dari jabatannya sebagai Kapolres karena gagal menjalankan tugas sebagai pengayom dan pelindung masyarakat.”tutupnya.
Journalst : WIE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *