Spread the love

Pemkab Pasuruan Bakal Jadikan Bendung Girang Sebagai Bendung Wisata

Pasuruan – Metroliputan7.com.- Bendung Girang di Desa Slambrit, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan akan dijadikan Bendung Wisata.

Kepala Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Pasuruan, Hari Apriyanto mengatakan, Bendung Girang merupakan salah satu bendung yang dibangun sejak peninggalan jaman Belanda. Dimana kontruksi tebing-tebingnya masih kuat meskipun masih ada kerusakan di bagian sayap sungai.

“Bendung ini dibangun mulai zaman Belanda dan sekarang kondisinya masih bagus. Bisa dilihat dan kalau tidak percaya, bisa langsung ke sini untuk melihatnya,” kata Hari sembari mengecek kondisi Bendung Girang, Senin (11/04/2022) pagi.

Selain peninggalan bersejarah, Bendung ini juga memiliki Kren dum atau Mercu bendung yang bertrap-trap. Sehingga aliran air tidak langsung ke bawah, melainkan landai dan aman untuk masyarakat yang ingin datang ke bendung ini. Kata Hari, untuk menjadikan Bendung ini sebagai Jujukan Wisata, pihaknya terus merawat sayap bendung yang tergerus air dan ditargetkan akan selesai dalam beberapa hari ke depan. Termasuk pembersihan sedimen, sampah, pemasangan batu, dan lainnya.

“Ada sayap bendung yang tergerus air dan langsung kami perbaiki. Ini bagian dari perawatan bendung yang kami lakukan untuk mempercantik bendung ini,” terangnya.

Tak selesai sampai di situ, Bendung Girang juga memberi banyak manfaat untuk irigasi. Menurut Hari, total ada 503 hektar areal persawahan milik warga yang pengairannya bergantung dari Bendung Girang.

“Warga juga sangat bergantung dari 503 hektar areal persawahan yang pengairannya dari Bendung Girang. Terbukti banyak aliran air yang bercabang dan diarahkan ke banyak titik pengairan,” jelasnya.

Apabila disinkronkan dengan Bendung Wisata, rencananya nanti akan diperkuat dengan perbaikan jalan menuju bendung, hingga area jogging track. Dijelaskan Hari, apabila sudah mulai berkembang, secara otomatis warga juga bisa dilibatkan melalui warung-warung atau kios makanan minuman di sekitar bendung.

“Kalau sudah banyak yang datang, secara otomatis semua jalan. Ada jogging track nya, nanti jalan juga bisa diperbaiki. Apalagi kalau rame, seperti warung kopi, makanan dan sejenisnya akan terbangun dengan sendirinya,” ucapnya.

Journalist: Asrory

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *