Spread the love

Prahara Rumah Tangga AS Sang Artis Selebgram dengan DI Berahir di Sidang Perceraian

Surabaya – Metroliputan7.com.- Seseorang Pria berinisial (DI), telah dilanda kesedihan yang sangat mendalam serta berkepanjangan dan berkelanjutan hingga saat ini (tertekan lahir dan batin) setelah mengetahui bahwa istrinya yang berinisial (AS) berselingkuh yang berkelanjutan (selama 6 tahun berturut – turut sejak tahun 2016 hingga saat sebelum melayangkan gugatan cerai kepada Pria berinisial (DI) tersebut ) kendati dia yang merupakan seorang selebgram yang cukup
dikenal masyarakat luas dan mengaku sebagai public figure atau panutan namun tidak memberikan contoh yang baik (dari segi sikap, perilaku, dan karakter sehari – hari kepada anak dan keluarganya) yang sangat berbalik dari image yang telah diciptakan oleh seorang wanita berinisial (AS) tersebut di dalam bermasyarakat (membentuk opini publik dengan image yang baik), apalagi ketika ditemukannya fakta bahwa sang istri melakukan perselingkuhan demi perselingkuhan lebih dari satu kali selama kurun waktu kurang lebih 6 tahun.

Hal tersebut diperparah ketika anaknya yang kedua (laki – laki) dengan inisial (JRD) telah mengetahui terlebih dahulu dan melihat secara langsung perselingkuhan ibu kandungnya tersebut yang terjadi pada akhir tahun 2016, dimana anak kedua tersebut yang berinisial (JRD) sejak usia 3 tahun oleh sang ibu kandung yang berinisial (AS) tersebut hingga akhir Desember 2021 sering mendapat perlakuan KEKERASAN FISIK yang tentunya PERSELINGKUHAN tersebut membawa dampak buruk terhadap tumbuh kembang sang anak yang KALA itu masih berusia 11 tahun, namun sang IBU KANDUNG yang berinisial (AS) tersebut TIDAK KUNJUNG
BERHENTI MELAKUKAN PERSELINGKUHAN dan bahkan sang Ibu dengan SENGAJA dan sangat terang – terangan bahkan didepan anaknya yang kedua yang berinisial (JRD) yang berujung sampai kepada anak pertamanya (Perempuan) sampai dimana waktu liburan keluarga pun oleh sang IBU KANDUNG dari anak pertama yang berinisial (JLN) tersebut hanya digunakan sebagai DALIL/ALASAN kepada sang SUAMI yang berinisial (DI) tsb, dengan alih – alih liburan bersama KELUARGA di pulau BALI.

Namun FAKTANYA malahan MENINGGALKAN keluarganya diwaktu DINI HARI dan diggunakan kesempatan itu untuk menemui SEORANG PRIA berinisial (AS) yang biasa dikenal dan dipanggil dengan berinisial (AL) yang DIDUGA KUAT adalah SUAMI yang sah TEMAN DEKATNYA yang berinisial (SG) yang (Notabene) adalah TEMAN DEKAT seorang wanita berinisial (AS), serta anak perempuan dari hasil perkawinan yang sah hingga saat ini dari seorang pria yang berinisial (AL) dan seorang wanita berinisial (SG) tersebut adalah AYAH DAN IBU KANDUNG dari anak perempuan tersebut yang berinisial (BS) tersebut yang merupakan teman dari ANAK PEREMPUAN dengan inisial (JLN) dari hasil perkawinan yang secara sah dari seorang pria yang berinisal (DI) SUAMI yang secara sah dari seorang wanita yang berinisial (AS) tersebut dan dimana perselingkuhan demi perselingkuhan terus terjadi hingga disaksikan langsung dan mendapati sebuah foto di dalam handphone sang IBU KANDUNG yang mana sang IBU KANDUNG foto selfie berdua dalam keadaan (Maaf) TELANJANG dengan SEORANG PRIA yang belakangan diketahui adalah SUAMI dari seorang wanita yang berinisal (SG), dan AYAH dari seorang remaja putri yang berinisial (BS) tersebut oleh anaknya yang pertama dengan inisial (JLN), yang mana membuat sang PUTRI KANDUNG dari SEORANG PRIA yang berinisial (DI) tersebut MENGALAMI TRAUMA SECARA MENTAL DAN KEJIWAAN MENGINGAT sang IBU KANDUNG Tidak Pernah Berhenti Melakukan PERSELINGKUHAN DEMI PERSELINGKUHAN selama 6 tahun berturut – turut dengan secara terang – terangan dan dengan SENGAJA ATAU TIDAK telah melakukan sebuah PENYIKSAAN SECARA PSIKIS didepan ke-4 (Empat) ANAK KANDUNG dan bahkan juga secara terang – terangan dengan SENGAJA ATAU TIDAK di
depan seluruh Staff dan karyawan (Asisten rumah tangga, suster, pembantu, sopir, dll) yang bekerja di rumah KELUARGA SEORANG PRIA(DI) dan seorang wanita yang berinisial
(AS) tsb.

“Saya mau bicarakan baik-baik soal hak asuh anak, akan tetapi akses semua rumah ditutup rapat-rapat”, ujar (DI) saat ia berkunjung kerumahnya sendiri yang beralamatkan di Citraland Bukit Golf F1-38, Minggu 3 April 2022. Karena, menurut (DI), harta yang paling berharga dari seorang orang tua adalah anak dan untuk urusan harta materiil (kekayaan materi), itu tidak
terpikirkan sama sekali, karena ia hanya menginginkan hak asuh ke – 4 (empat) anaknya semata.

Lebih lanjut, (DI) sangat tak rela kehilangan hak asuh anak. Terlebih, (AS) diketahui diduga selingkuh dengan orang lain yang mana adalah suami temannya sendiri. (AS) juga dapat dikatakan telah menciderai ikatan dalam sebuah Perkawinan seperti diatur dalam Pasal 1 Undang – Undang No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, dimana “Perkawinan ialah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa”.

(DI) sendiri sebenarnya dapat melaporkan sang istri (AS) ke pihak berwajib terkait Perselingkuhan Secara Terang2an Pada waktu 2016 Yang saya tahu & Terdapat Bukti2nya karena diduga adanya perselingkuhan (AS) dengan pria lain, Namun Karena Pertimbangan Psikologi anak yg Tidak Siap, Akhirnya Masih diberi Kesempatan sampe pada ujungnya 24 Nopember 2018 yang tidak kunjung Menjadi Seorang Istri & Ibu yg BAIK, maka (DI) Mengurungkan Niatnya, tp Bukannya membaik, Tapi Perselingkuhan Demi Perselingkuhanpun Tetap Berlanjut Hingga Anak Pertamanya Melihat Dengan Mata kepalanya Sendiri Perselingkuhan Yg sampe Sang ibu (As) diketahui oleh Anak2 Perempuan kandungnya dengan Mata Kepalanya Sendiri, Yg mana sang Peria Idaman Lain (PIL) adalah suami temannya sendiri.

Anaknya pun Teman anak Perempuan dari peria Berinisial DI tersebut… Dasar pelaporan tersebut telah diatur dalam Pasal 284 KUHP tentang Perzinahan (Overspel), dengan ancaman pidana penjara paling lama 9 (sembilan) bulan. Namun, (DI) masih enggan untuk melaporkan sang istri, walaupun bukti – bukti yang dimiliki (DI) sudah cukup kuat untuk dijadikan dasar pelaporan sang istri (AS) ke pihak berwajib. (DI) sendiri mengungkapkan bahwa, “Jadi yang ingin saya fokuskan adalah keinginan kuat saya mengenai hak asuh keempat anak saya.

Meskipun berbagai rintangan menanti, saya akan terus berjuang mempertahankan kebenaran dan kehormatan saya demi keempat anak saya,” ungkapnya. Karena menurutnya, perilaku (AS) sangat merusak keharmonisan dalam rumah tangga mereka berdua.

(DI) sangat heran, karena dalam kehadiran di rumahnya sendiri, ia malah menjadi terlihat
seperti orang asing yang dilarang untuk masuk ke dalam rumah tersebut . “Kenapa seorang ayah ingin bertemu dengan anak-anaknya, kok dilarang dan gak boleh? Itu ada apa? Semua pintu menuju rumah di tutup rapatrapat dan juga semua akses (handphone, telephone, cctv).

komunikasi ditutup rapat-rapat pada saat saya berkunjung kerumah. Ibu dari (DI) pun
mengalami nasib yang sama ketika ia hendak mengunjungi cucu – cucunya, dikarenakan rindu tidak bertemu lama. Ibunya bercerita bahwa di halaman rumah pun dijaga seorang security dan security yang menjaga, diduga adalah anggota, padahal seorang anggota seharusnya menjaga keamanan negara, bukan menjaga rumah” tutur (DI). Bersambung…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *