Pemkab Pasuruan Apresiasi Nestle Indonesia Tangani PMK

Pasuruan — Metroliputan7.com.- Pemerintah Kabupaten Pasuruan mengapresiasi IPS (industri pengolahan susu) yang memberikan sumbangsih dalam menangani kasus PMK (penyakit mulut dan kuku) selama ini.

Salah satunya adalah PT Nestle Indonesia yang sudah menggelontorkan bantuan sebesar Rp7,7 miliar kepada mitra peternak sapi perah di Jawa Timur. Termasuk di Kabupaten Pasuruan.

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Presiden Direktur PT Nestle Indonesia, Ganesan Ampalavanar kepada Plh Bupati Pasuruan, KH Abdul Mujib Imron (Gus Mujib) di KUD Dadi Jaya Purwodadi, Kamis (28/07/2022) siang.

Hadir pula Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jatim,Indyah Ariyani ditambah perwakilan dari Kementrian Koperasi dan UKM; Kapolres Pasuruan, AKBP Bayu Pratama dan undangan lainnya.

Dalam keterangan persnya, Gus Mujib berterima kasih kepada PT Nestle Indonesia yang telah membantu dalam hal penanganan hingga pemulihan perekonomian pasca PMK. Mulai dari bantuan pakan, vitamin hingga vaksin ternak.

Dengan bantuan ini, ia meminta kepada semua koperasi dan peternak untuk langsung mendistribusikannya secara merata.

“Saya berharap kepada Ketua Koperasi maupun peternak untuk segera didistribusikan secara merata. Kami mengapresiasi PT Nestle Indonesia yang membantu pemerintah daerah dalam menangani sekaligus memulihakn perekonomian pasca PMK,” katanya.

Tak hanya seputar material yang dibutuhkan sapi saja, Pemkab Pasuruan sangat berterima kasih kepada PT Nestle Indonesia yang ikut membantu dalam memberikan pelatihan sekaligus pendampingan kepada vaksinator maupun calon-calon yang akan direkrut menjadi vaksinator.

“Yang kedua ada pendampingan betul untuk peternak dalam memanfaatkan bantuan ini. Terima kasih karena juga ikut membantu mendampingi dan memfasilitasi dalam pelatihan vaksinator sampai rekruitmen calon vaksinator itu sendiri,” terangnya.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Nestle Indonesia, Ganesan Ampalavanar menyatakan keprihatinan perusahaan terhadap kondisi yang saat ini terjadi akibat wabah PMK. Ia menyebutkan, Nestle berkomitmen untuk mendukung upaya pemerintah mengangani wabah ini sebagai bagian dari investasi berkelanjutan di Indonesia.

“Mudah-mudahan kasusnya terus menurun seperti sekarang ini. Yang jelas kami ikut prihatin dengan kondisi PMK seperti ini. Kami siap mendukung pemerintah menangani PMK sampai tuntas,” ujarnya.

Dalam hal bantuan, sebanyak 35 mitra koperasi di Jatim sebelumnya sudah menerima dalam bentuk vitamin, disinfektan, dan obat-obatan untuk sapi-sapi perah yang terjangkit wabah penyakit mulut dan kuku (PMK).

Sedangkan khusus anggaran Rp 7,7 Milyar ini akan diperuntukkan mulai bulan juni-september 2022. Bantuan ini juga diberikan bersamaan juga dengan upaya pemerintah menyuntikan vaksin kepada ternak sapi untuk mencegah terjadinya penularan PMK.

“Bantuan bagi mitra peternak susu perah di Jawa Timur ini diharapkan dapat membantu di paska pemulihan sehabis vaksin,” ucapnya.

Menurut Ganesan, Nestlé akan terus berkomitmen untuk mengutamakan Kesehatan konsumen melalui produk-produk yang dihasilkan, termasuk susu sapi. Dengan begitu, Nestlé berharap peternak sapi di Jawa Timur dapat memastikan kualitas dan keamanan susu yang diproduksi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *