Berita  

Penanganan PMK di Kabupaten Bangkalan, “Jumlah Suspek, Vaksinasi dan Kendala”

Bangkalan — Metroliputan7.com.- Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak masih menjadi momok yang menakutkan bagi peternak. Tak terkecuali di Kabupaten Bangkalan.

Hingga saat ini wabah dengan tingkat penularan yang tinggi itu masih terus menyebar. Bahkan semua kecamatan di Kabupaten Bangkalan pertanggal 14 Juli 2022 sudah tertular.

Berdasarkan data dari Satgas penanganan PMK Kabupaten Bangkalan saat ini total suspek sebesar 6.100 ekor (2,2?ri populasi terdampak yang berjumlah 276.476 ekor). Dari total suspek tersebut 3.245 ekor (53,19%) sembuh, 12 ekor (0,19%) potong paksa dan 14 ekor (0,22%) mati.

Pemerintah Kabupaten Bangkalan melalui Satgas Penanganan PMK terus melakukan upaya pengendalian untuk menekan penyebaran virus tersebut. Beberapa upaya yang telah dilakukan yaitu dengan menerbitkan regulasi penanganan PMK, seperti mengeluarkan Surat Edaran (SE) Bupati Bangkalan dan Keputusan Bupati Bangkalan.

Selain itu Satgas juga melakukan tindakan pengendalian dengan melakukan koordinasi pada pihak terkait, melakukan pemantauan ke sentra peternakan, mengobati ternak yang sakit, membatasi lalu lintas ternak dan dan melakukan komunikasi serta memberikan informasi dan edukasi pada masyarakat.

Soal pengendalian lalu lintas ternak, Satgas bekerjasama dengan Stasiun Karantina Kelas II Bangkalan dengan melakukan penutupan lalu lintas ternak dari dan keluar Madura dari tanggal 5 Mei dan dibuka kembali pada 17 Juni 2022. Hal itu berdasarkan SE Gubernur Jatim tanggal 31 Mei 2022 tentang pengendalian dan penanggulangan PMK di Jawa Timur.

Sebagai tindak lanjut dari SE tersebut Pejabat Otoritas Veteriner Provinsi Jawa Timur menerbitkan Standar Operasional Prosedur (SOP). Lalu lintas ternak dibatasi hanya antar kabupaten/kota dalam Provinsi Jawa Timur dan tidak diperkenankan keluar atau masuk Jawa Timur.

Selain melakukan tindakan pengendalian Satgas juga telah melakukan vaksinasi hewan ternak. Sampai saat ini Kabupaten Bangkalan mendapatkan alokasi vaksin sebanyak 3.000 dosis. Pelaksanaan vaksinasi pertama dilakukan pada tanggal 24 Juni 2022 di Desa Dakiring, Kecamatan Socah. Kemudian dilanjutkan ke beberapa desa dan terakhir pada tanggal 6 Juli 2022 dangan capaian 2.896 dosis vaksin.

Capaian vaksinasi di Kabupaten Bangkalan tiap Kecamatan yaitu Arosbaya 98 dosis, Bangkalan 100 dosis, Blega 152 dosis, Burneh 193 dosis, Galis 18 dosis, Geger 195 dosis, Kamal 96 dosis, Klampis 99 dosis, Kokop 198 dosis, Konang 44 dosis, Kwanyar 192 dosis, Modung 268 dosis, Socah 668 dosis, Tanah Merah 190 dosis, Tanjung Bumi 96 dosis dan Tragah 289 dosis.

Satgas Penanganan PMK Kabupaten Bangkalan juga mengalami kendala dalam melaksanakan tugasnya. Adapun sejumlah kendala yang dihadapi yaitu keterbatasan SDM Dokter Hewan dan Paramedik, keterbatasan obat-obatan, penolakan vaksinasi oleh peternak dan kondisi geografis (lokasi yang berjauhan).

Leave a Reply

Your email address will not be published.