Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak Surabaya memperingatkan potensi gelombang laut setinggi 2,5 meter di perairan selatan Jawa Timur pada 27–30 Oktober 2026. BMKG juga mengingatkan potensi banjir rob di sejumlah kawasan pesisir, termasuk Surabaya Raya.
Prakirawan BMKG Tanjung Perak, Muhamad Biyadihie, mengatakan perairan selatan Jawa Timur perlu diwaspadai karena ketinggian gelombang diprakirakan mencapai maksimal 2,5 meter hingga 30 Oktober 2026.
“Sampai dengan 30 Oktober 2026, perairan Selatan Jawa Timur wajib diwaspadai gelombang laut maksimal 2,5 meter,” ujar Muhamad Biyadihie saat dikonfirmasi detikJatim pada Rabu, 28 Oktober 2026.
Perairan yang masuk peringatan
BMKG mencatat gelombang dengan ketinggian 1,25–2,5 meter berpotensi terjadi di beberapa perairan selatan Jawa Timur. Wilayah tersebut meliputi perairan Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Malang, Lumajang, dan Banyuwangi.
Menurut Biyadihie, angin di wilayah perairan Jawa Timur dominan bergerak dari arah timur laut hingga tenggara. Kecepatannya tercatat dalam rentang 8–522 knot. Ia menyebut dinamika pergerakan massa udara atau angin muson timur sebagai pemicu gelombang tinggi.
“Penyebab gelombang tinggi untuk saat ini masih disebabkan dinamika pergerakan massa udara atau angin muson timur,” kata Biyadihie.
Potensi banjir rob di pesisir
Selain peringatan gelombang tinggi, BMKG menyampaikan potensi banjir rob atau pasang air laut maksimum pada 26–29 Oktober 2026. Kawasan yang diminta mewaspadai kondisi tersebut berada di pesisir utara Jawa Timur dan Surabaya Raya.
| Fenomena | Periode | Wilayah |
|---|---|---|
| Gelombang tinggi | 27–30 Oktober 2026 | Perairan selatan Jawa Timur |
| Banjir rob | 26–29 Oktober 2026 | Pesisir utara Jawa Timur dan Surabaya Raya |
Daerah pesisir yang disebut dalam peringatan itu antara lain Pelabuhan Surabaya, Benowo, Kalianak, Gresik, Lamongan, Tuban, Sidoarjo, Pasuruan, dan Probolinggo.
BMKG menjelaskan, gelombang tinggi dan banjir rob memiliki mekanisme berbeda. Gelombang tinggi berkaitan dengan dinamika pergerakan massa udara, sedangkan potensi rob dipengaruhi fase bulan purnama dan perigee, yaitu jarak terdekat bulan dengan bumi.
“Peringatan dini gelombang tinggi berbeda mekanisme penyebabnya dengan banjir rob. Potensi banjir rob atau pasang maksimum diprediksi terjadi di kawasan pesisir Jawa Timur,” ujar Biyadihie.
BMKG Tanjung Perak mengimbau nelayan, pengelola moda transportasi laut, dan masyarakat pesisir mencermati perubahan cuaca maritim selama musim pancaroba. Informasi cuaca maritim diminta dirujuk melalui sumber resmi BMKG.
- Gelombang perairan selatan Jawa Timur diprakirakan mencapai 2,5 meter hingga 30 Oktober 2026.
- Potensi banjir rob berlaku di sejumlah pesisir Jawa Timur dan Surabaya Raya pada 26–29 Oktober 2026.
- Wilayah yang disebut meliputi Pacitan, Trenggalek, Malang, Banyuwangi, Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Pasuruan, dan Probolinggo.