Persiapan dan arahan gubernur
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan dukungan dan motivasi kepada 438.126 murid jenjang SMA, SMK, SLB, dan sederajat yang tercatat mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) provinsi. Pelaksanaan asesmen dijadwalkan bertahap mulai Senin, 26 Oktober 2026, hingga 8 November 2026.
Khofifah menekankan pentingnya ketenangan, kejujuran, dan rasa percaya diri bagi peserta. Ia juga meminta peran orang tua dan tenaga pendidik untuk memberikan dukungan moral tanpa menimbulkan tekanan berlebih pada siswa.
“Hadapilah TKA dengan tenang, penuh semangat, dan percaya diri. Percayalah pada kemampuan kalian serta proses belajar yang telah dijalani bersama bapak dan ibu guru. Awali dengan berdoa dan jangan lupa memohon doa serta restu kedua orang tua,”
Data pendaftaran dan moda pelaksanaan
Angka pendaftaran yang disampaikan berasal dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur yang mengacu pada dasbor pusat TKA Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah per 16 Oktober 2026. Dari total calon peserta 463.397, sebanyak 438.126 murid tercatat resmi terdaftar, atau sekitar 94,54 persen.
- Jumlah peserta terdaftar: 438.126
- Jumlah satuan pendidikan terdata: 4.863
- Satuan pendidikan berstatus terdaftar final: 4.546
- Moda daring penuh: 3.518 sekolah
- Moda semi daring: 1.028 sekolah
| Aspek | Angka |
|---|---|
| Calon peserta total | 463.397 |
| Peserta terdaftar | 438.126 |
| Satuan pendidikan terdata | 4.863 |
| Sekolah final terdaftar | 4.546 |
Instruksi teknis dan administratif
Menjelang pelaksanaan, Khofifah memerintahkan agar Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, seluruh Cabang Dinas, dan kepala sekolah melakukan pemeriksaan akhir terhadap kesiapan sarana, prasarana teknis, dan administrasi. Instruksi ini mencakup langkah antisipasi dan jalur pelaporan untuk menangani kendala selama ujian.
Gubernur juga mengimbau agar para orang tua memastikan kondisi fisik anak, termasuk istirahat yang cukup dan sarapan sebelum mengikuti tes. Untuk tenaga pendidik, arahan tertuju pada penyediaan dukungan moral dan pengawasan kelancaran pelaksanaan moda daring maupun semi daring sesuai infrastruktur masing-masing sekolah.