APBN dan Danantara sebagai dua instrumen
Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan pemerintah mengandalkan sinergi antara Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Danantara untuk membiayai visi besar pembangunan nasional. Pernyataan itu disampaikan pada agenda Danantara TIIF 2026 di Jakarta Selatan, Senin, 26 Oktober 2026.
“Kita melihat bahwa APBN itu tidak bekerja sendirian. ... Bapak Presiden memberikan partner namanya Danantara,” ujar Suahasil.
Peran masing-masing instrumen
Suahasil menjelaskan pembagian peran antara keduanya. APBN berfungsi sebagai instrumen kebijakan fiskal. Sementara Danantara disebutnya berperan sebagai instrumen investasi pemerintah atau “investment arms of the Republic of Indonesia”.
Menurut Suahasil, kombinasi kedua instrumen memungkinkan pelaksanaan program pembangunan dengan dua pendekatan yang saling melengkapi. Ia menggambarkan APBN dan Danantara sebagai “dua tangan” yang bekerja bersama untuk menjalankan ide-ide besar pemerintah.
Konteks kebutuhan pembiayaan
Menkeu menempatkan pembahasan sinergi itu dalam konteks besarnya kebutuhan pembiayaan nasional. Ia merujuk pada estimasi belanja negara tahun 2026 yang diperkirakan sedikit di bawah Rp4.000 triliun. Nilai tersebut disebutnya hanya menyumbang sekitar 14-15 persen dari produk domestik bruto (PDB) yang diperkirakan mencapai sekitar Rp25.000 triliun.
| Angka | Perkiraan |
|---|---|
| Belanja negara | Rp4.000 triliun (sekitar 14-15 persen PDB) |
| Produk domestik bruto (PDB) | Rp25.000 triliun |
Siapa menciptakan 85 persen PDB?
Suahasil menegaskan bahwa selain peran pemerintah, pendorong pertumbuhan ekonomi berasal dari pelaku ekonomi lain. Ia menyebut rumah tangga melalui konsumsi, perusahaan melalui investasi, eksportir, dan pelaku impor sebagai pencipta sebagian besar PDB yang tersisa.
- APBN berperan mengarahkan intervensi fiskal untuk multiplier efek terbesar.
- Danantara bertugas sebagai lengan investasi negara untuk mendukung proyek-proyek strategis.
- Pemerintah perlu mengorkestrasi pelaku ekonomi agar PDB maksimal.
Suahasil menambahkan penentuan bentuk intervensi pemerintah harus dilakukan dengan pertimbangan dampak yang intensif, yakni memilih belanja yang menghasilkan pengganda (multiplier) tertinggi. Pernyataan lengkap mengenai mekanisme kerja dan rincian peran Danantara tidak disebutkan lebih lanjut dalam keterangan yang disampaikan pada acara tersebut.