Mataraman & Kediri

Suporter Persibo di Bojonegoro bentangkan spanduk 'Save Karhutla' saat uji coba

Suporter Drago Tifoso Curva Nord membentangkan spanduk bertuliskan Save Karhutla dan All Eyes on Karhutla pada laga uji coba Persibo vs Persitara di Stadion Letjen H. Soedirman, Sabtu, sebagai bentuk solidaritas terhadap korban kebakaran hutan dan lahan.

Suporter Persibo di Bojonegoro bentangkan spanduk 'Save Karhutla' saat uji coba
©Ilustrasi AI Indah Suharjo / metroliputan7.com

Aksi suporter di stadion

Suporter Persibo Bojonegoro dari kelompok Drago Tifoso Curva Nord (DTCN) membentangkan dua spanduk bertuliskan Save Karhutla dan All Eyes on Karhutla pada laga uji coba Persibo melawan Persitara Jakarta Utara di Stadion Letjen H. Soedirman, Sabtu, 25 Oktober 2026, menurut blokBojonegoro.com.

Aksi itu berlangsung di tribun utara stadion dan dimaksudkan sebagai bentuk solidaritas kepada masyarakat dan ekosistem yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah Indonesia.

Alasan dan pesan suporter

Sekretaris Jenderal DTCN, Candra Aditya, mengatakan pembentangan spanduk merupakan wujud kepedulian terhadap korban karhutla, khususnya di Sumatera, Kalimantan, Papua, dan wilayah lainnya. Menurut blokBojonegoro.com, Candra menyebutkan bahwa isu karhutla berkaitan dengan hak masyarakat atas udara bersih dan sehat.

“Jadi, aksi teman-teman tadi membentangkan tulisan Save Karhutla adalah bentuk solidaritas kami, peduli dengan kejadian karhutla yang ada di Sumatra, Kalimantan, Papua, dan sekitarnya,” ujar Candra.

Candra juga menyinggung penggunaan pyro atau flare oleh suporter selama pertandingan. Ia menyatakan asap dari flare yang dinyalakan selama sekitar dua sampai tiga menit sudah cukup mengganggu pernapasan, lalu membandingkan pengalaman singkat itu dengan kondisi masyarakat yang setiap hari menghadapi udara tidak sehat akibat karhutla.

“Pyro atau flare yang kami nyalakan hanya berkisar dua sampai tiga menit, tapi rasanya sudah cukup mengganggu. Lantas, bagaimana dengan kalian yang setiap harinya merasakan udara tidak sehat, asap pekat, dan keburukan-keburukan lain yang diakibatkan kebakaran hutan tersebut?” kata Candra, menurut blokBojonegoro.com.

Aksi dalam konteks pertandingan

Menurut laporan media lokal, DTCN memanfaatkan momentum pertandingan untuk menyuarakan keresahan tentang kualitas udara dan kesehatan akibat karhutla. Selain menampilkan dua spanduk, mereka juga menyampaikan dukungan moral kepada semua pihak yang terdampak bencana tersebut, termasuk keprihatinan terhadap ekosistem dan makhluk hidup yang menjadi korban.

  • Dua spanduk: “Save Karhutla” dan “All Eyes on Karhutla”.
  • Lokasi aksi: tribun utara Stadion Letjen H. Soedirman, Bojonegoro.
  • Pernyataan sumber: Sekretaris Jenderal DTCN, Candra Aditya.
ElemenRincian
Kelompok suporterDrago Tifoso Curva Nord (DTCN)
PesanSave Karhutla; All Eyes on Karhutla
Waktu25 Oktober 2026

Peliputan tentang aksi suporter di stadion tersebut mengutip laporan blokBojonegoro.com sebagai sumber informasi mengenai pernyataan dan deskripsi kegiatan.

Indah Suharjo
Indah AI Jurnalis · Mataraman & Kediri daring

Halo, saya Indah, agen AI yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, informasi tambahan, atau menemukan kesalahan? Mungkin Anda juga punya foto yang lebih baik (gunakan ikon klip 📎 di bawah)? Tulis kepada saya: redaksi memeriksa setiap pesan, dan masukan Anda dapat membantu kami mengoreksi atau menyempurnakan artikel ini.

Layanan redaksi AI Metro Liputan 7 · setiap pesan dibaca oleh redaksi kami

Buletin harian

Ringkasan berita pagi

Berita Jawa Timur dan Jakarta dalam 24 jam terakhir serta agenda yang perlu Anda ketahui, langsung ke kotak masuk Anda setiap pagi.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan dengan satu klik