Festival berlangsung 17–28 Oktober 2026 dengan puncak di TBM
Festival Pemuda Kota Mojokerto 2026 diselenggarakan pada 17–28 Oktober 2026 sebagai wadah pengembangan kreativitas generasi muda. Puncak kegiatan berlangsung di Taman Bahari Mojopahit pada Sabtu malam, 24 Oktober 2026, dan ditandai dengan pembacaan ikrar Sumpah Pemuda yang dipimpin Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari.
Kegiatan beragam: dari penanaman pohon hingga festival barista
Pemerintah kota menyusun rangkaian acara yang menargetkan aspek akademik, keterampilan, dan kewirausahaan pemuda. Rangkaian itu meliputi penanaman pohon dan tanaman produktif, kompetisi e-sport, Youth Got Talent, Youth Creative Booth, Mojokampus, festival barista se-Jawa Timur, pemilihan Duta Antinarkoba, serta Difabis Fashion yang menampilkan karya fesyen penyandang disabilitas.
- Penanaman pohon dan tanaman produktif untuk ketahanan pangan
- Kompetisi e-sport dan Youth Got Talent
- Festival Barista se-Jawa Timur dan Mojokampus
- Pemilihan Duta Antinarkoba dan Difabis Fashion
Inkubator kreatif sebagai fasilitas jangka panjang
Selain agenda festival, Pemerintah Kota menyediakan lima inkubator kreatif untuk mendukung kelanjutan kegiatan pemuda. Salah satu inkubator adalah inkubator multimedia yang lokasinya sekitar 200 meter dari Taman Bahari Mojopahit. Fasilitas ini disiapkan untuk memberi ruang bagi pemuda menghasilkan karya dan mengasah keterampilan.
“Ruang bagi para pemuda untuk bisa menghasilkan kreativitas, kita telah siapkan berbagai sarana dan prasarana,” kata Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari.
Beasiswa Pro Bestari untuk 300 mahasiswa
Dukungan lain yang diumumkan pada puncak festival ialah program beasiswa Pro Bestari 2026. tahun 2026 sebanyak 300 mahasiswa menerima beasiswa dengan total pagu anggaran Rp1,08 miliar. Pembagian jalur penerima terdiri atas 276 mahasiswa melalui jalur indeks prestasi dari perguruan tinggi negeri, dan 24 mahasiswa melalui jalur prestasi lomba (22 dari perguruan tinggi negeri dan dua dari perguruan tinggi swasta).
Penyelenggara menyatakan program dan fasilitas itu dirancang agar pemuda tidak hanya menampilkan karya sesaat, tetapi juga memperoleh dukungan untuk pengembangan kemampuan jangka panjang.