Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, Jawa Timur, memasang delapan kamera pengawas atau CCTV di kawasan rawan erupsi Gunung Semeru dan longsor di jalur Piket Nol. Pemasangan berlangsung pada September hingga Oktober 2026.
Perangkat tersebut terhubung dengan jaringan sirene peringatan dini milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang. Sistem itu digunakan untuk membantu pemantauan kondisi lapangan dan penyampaian informasi kepada petugas serta masyarakat.
Memantau Semeru dan Piket Nol
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang Isnugroho mengatakan CCTV dipasang untuk mengamati aktivitas vulkanik Gunung Semeru. Kamera itu juga digunakan untuk mengenali perubahan kontur tanah di kawasan Piket Nol yang rawan longsor.
“Delapan titik CCTV itu diharapkan membantu petugas memantau kondisi kawasan rawan bencana secara real-time,” kata Isnugroho kepada SURYA.co.id pada 28 Oktober 2026.
Menurut Isnugroho, pemantauan melalui kamera menjadi bagian dari kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana. Informasi visual dari lokasi dapat digunakan petugas untuk mengenali kondisi berbahaya secara lebih cepat.
Pemasangan melibatkan warga dan relawan
Isnugroho menjelaskan, pekerjaan pemasangan kamera dan sistem peringatan dini dimulai pada September 2026. Seluruh rangkaian pemasangan selesai pada Oktober 2026.
Kegiatan itu melibatkan masyarakat sekitar, relawan, dan pemerintah daerah. Pelibatan sejumlah unsur tersebut disebut menjadi bagian dari penguatan kesiapsiagaan bencana di Kabupaten Lumajang.
- Delapan CCTV dipasang di kawasan rawan erupsi Semeru dan longsor Piket Nol.
- Kamera terhubung dengan jaringan sirene peringatan dini BPBD Kabupaten Lumajang.
- Pemasangan berlangsung pada September hingga Oktober 2026 dengan melibatkan masyarakat, relawan, dan pemerintah daerah.
Sistem terhubung dengan peringatan dini
Gunung Semeru menjadi salah satu kawasan yang dipantau karena memiliki potensi erupsi dan bahaya turunannya. Adapun jalur Piket Nol dipantau karena kondisi medannya rawan longsor.
Isnugroho mengatakan keberadaan CCTV yang terintegrasi dengan sirene peringatan dini mendukung penyampaian informasi dari kawasan rawan bencana. Pemantauan tersebut mencakup kondisi aktivitas vulkanik dan pergerakan tanah di lokasi yang telah dipasangi kamera.