Persebaya Surabaya bermain imbang 1-1 saat menjamu Persijap Jepara pada pekan kedelapan Super League 2026-2027 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat, 30 Oktober 2026. Hasil tersebut diraih setelah Persebaya lebih dominan dalam penguasaan bola, tetapi kesulitan mengubah tekanan menjadi gol.
Persebaya unggul dalam statistik permainan
Berdasarkan laporan Bola, Persebaya menguasai bola hingga 74 persen sepanjang pertandingan. Tuan rumah juga melepaskan 20 percobaan tembakan dan memperoleh 14 sepak pojok.
Meski demikian, jumlah tembakan tepat sasaran kedua tim sama, yakni masing-masing lima. Catatan itu membuat dominasi permainan Persebaya belum berbanding lurus dengan hasil akhir pertandingan.
Persijap membuka keunggulan pada menit ke-55 melalui Vasko Kalezic. Gol tersebut berawal dari umpan tarik Yaya Sogodogo dari sisi kanan. Kalezic menyelesaikan umpan itu dengan satu sentuhan. Bola sempat membentur mistar sebelum masuk ke gawang Persebaya.
“Di babak kedua, permainan kami jauh lebih baik. Sayangnya, lawan justru mencetak gol dari peluang pertama mereka di babak tersebut. Seperti yang bisa Anda lihat, pemain nomor 12 dari Persijap, Zidane, tidak menyentuh bola, justru mengenai kaki Miguel (Pereira),” ujar Bernardo Tavares.
Tavares soroti keputusan gol Persijap
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, mempertanyakan keputusan wasit yang mengesahkan gol Kalezic. Ia menilai terjadi pelanggaran terhadap Miguel Pereira dalam proses terciptanya gol tersebut.
Tavares juga menyoroti penggunaan Video Assistant Referee (VAR). Menurut dia, insiden yang melibatkan Zidane dan Miguel Pereira semestinya ditinjau melalui tayangan ulang dan dapat menjadi dasar pembatalan gol.
“Itu seharusnya pelanggaran dan VAR seharusnya membatalkan gol tersebut. Para pemain mengira wasit akan meniup peluit tanda pelanggaran, sehingga konsentrasi mereka sempat terganggu,” ujar Bernardo Tavares.
Pelatih tersebut kembali menjelaskan keberatannya terhadap kontak antara kedua pemain. Ia menyebut Zidane tidak menyentuh bola dalam insiden itu, sedangkan kaki Miguel Pereira terkena sehingga pemain Persebaya tersebut terjatuh.
“Jika Anda melihat tayangan ulang dan memerhatikan pemain nomor 12, Zidane, ia tidak menyentuh bola melainkan kaki Miguel itulah sebabnya Miguel terjatuh,” ujar Bernardo Tavares.
Babak pertama dinilai belum memuaskan
Di luar keputusan wasit, Tavares mengakui penampilan Persebaya pada babak pertama belum sesuai harapan. Penguasaan bola yang dimiliki timnya belum cukup untuk menciptakan peluang berbahaya secara konsisten.
Menurut Tavares, Persijap sempat memperoleh beberapa peluang melalui transisi. Ia juga menilai pemain Persebaya perlu lebih cermat membaca ruang di area pertahanan lawan agar serangan yang dibangun dapat diselesaikan dengan lebih baik.
“Pada babak pertama, menurut saya performa kami harus jauh lebih baik. Lawan sempat mendapatkan beberapa peluang melalui transisi,” ujar Bernardo Tavares.
Persebaya akhirnya harus menerima hasil imbang 1-1 di kandang. Pertandingan tersebut memperlihatkan perbedaan antara dominasi penguasaan bola dan efektivitas penyelesaian serangan, sementara kedua tim sama-sama mencatatkan lima tembakan tepat sasaran.
Poin pertandingan
- Persebaya dan Persijap berbagi skor 1-1 di Stadion Gelora Bung Tomo pada 30 Oktober 2026.
- Persebaya mencatat 74 persen penguasaan bola, 20 percobaan tembakan, dan 14 sepak pojok.
- Bernardo Tavares mempertanyakan keputusan wasit serta penggunaan VAR dalam proses gol Persijap.