Polda Jatim menyebut tersangka pembunuhan di Madiun, Dwi Bagus Martono (40), telah merencanakan aksinya sekitar satu pekan sebelum kejadian. Informasi itu disampaikan dalam perkembangan penyidikan pada Rabu, 4 November 2026.
Penyidik periksa keterangan dan telepon tersangka
Kasubdit III Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim AKBP Arbaridi Jumhur mengatakan keterangan tersangka sesuai dengan alat bukti yang diperoleh dari telepon selulernya.
“Ada pengakuan terbaru dari tersangka bahwa tersangka memang satu minggu sebelumnya sudah merencanakan. Sudah merencanakan tapi dia nunggu timing saja waktunya,”
Arbaridi menyampaikan keterangan tersebut pada 4 November 2026. Menurut dia, penyidik menemukan riwayat pencarian di mesin internet yang berkaitan dengan cara mencekik seseorang.
Selain menelusuri informasi melalui mesin pencari, tersangka disebut menggunakan ChatGPT untuk mempelajari kemungkinan pertanyaan penyidik. Polda Jatim menyatakan tersangka juga menyiapkan skenario jawaban ketika menjalani pemeriksaan.
“Dia pelajari itu semua. Skenario-skenario kalau polisi menanyakan ini, jawaban ini, menanyakan ini, jawaban ini udah udah lengkap dia. Jadi sudah jelas sekali untuk perencanaan terhadap korban,”
Status perkara dan korban
Menurut Arbaridi, temuan tersebut menjadi dasar penyidik dalam menilai adanya unsur perencanaan dalam perkara itu. Unsur tersebut disebut akan menjadi salah satu hal yang memberatkan dalam proses penyidikan terhadap tersangka.
Perkara ini berkaitan dengan kematian seorang perempuan dewasa dan seorang anak di Madiun. Polda Jatim menangani perkara tersebut sebagai kasus pembunuhan. Identitas korban tidak dicantumkan dalam pemberitaan ini.
Kuasa hukum keluarga korban, Ikbal Sermaf, sebelumnya menyampaikan bahwa sisa tulang dan serpihan korban telah dibawa ke kampung halaman keluarga di Kampung Cijulang, Desa Sukakarya, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor.
Fakta penyidikan
- Dwi Bagus Martono ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara pembunuhan di Madiun.
- Polda Jatim menyebut perencanaan dilakukan sekitar satu pekan sebelum kejadian.
- Penyidik menemukan riwayat pencarian internet dan penggunaan ChatGPT pada telepon tersangka.