Wisata & Budaya

Festival Mangrove Jatim di Probolinggo tanam 8.100 bibit

Festival Mangrove Jawa Timur ke-11 di Kota Probolinggo menanam 8.100 bibit mangrove dan mencatat Rekor MURI, disertai pelepasliaran burung serta kepiting.

Festival Mangrove Jatim di Probolinggo tanam 8.100 bibit
©Ilustrasi AI Kevin Mangunkusumo / metroliputan7.com

Festival Mangrove Jawa Timur ke-11 menanam 8.100 batang mangrove di Bee Jay Bakau Resort, Kota Probolinggo, pada Selasa, 3 November 2026. Kegiatan yang melibatkan masyarakat itu mencatat Rekor MURI.

Penanaman dipimpin Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Kegiatan tersebut juga diikuti Wali Kota Probolinggo Aminuddin, Bupati Probolinggo Muhammad Haris, pelajar, mahasiswa, kelompok tani hutan, komunitas, dan mitra pembangunan.

Vokalis band rok Indonesia, Kaka Slank, turut menanam bibit mangrove bersama para peserta. Festival tahun 2026 mengangkat tema “Mangrove Lestari, Masyarakat Sejahtera”.

“Kami kembali menggalakkan gerakan sedekah oksigen melalui Festival Mangrove Jawa Timur ke-11 Tahun 2026 di Bee Jay Bakau Resort Kota Probolinggo,” kata Khofifah dalam keterangan di Kota Probolinggo, Rabu, 4 November 2026.

Pemulihan ekosistem pesisir

Rangkaian kegiatan tidak hanya berupa penanaman mangrove. Panitia juga melepasliarkan enam ekor burung pecuk padi hitam dan 300 ekor kepiting.

Khofifah menyebut pelestarian mangrove sebagai investasi ekologis jangka panjang. Menurut dia, kawasan tersebut berhubungan dengan ketahanan pesisir dan penyerapan karbon dioksida.

“Itu adalah cara memperkuat ketahanan kawasan pesisir sekaligus investasi ekologis jangka panjang karena selagi yang ditanam tumbuh dan bisa menyerap karbondioksida berarti menghasilkan oksigen maka saat itu kita bersedekah oksigen,” ujar Khofifah.

Ia juga menyatakan bahwa penanaman dan pelestarian mangrove berkaitan dengan upaya menghadapi perubahan iklim global. Khofifah mengatakan gerakan tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan lingkungan dan kehidupan masyarakat pesisir.

Luas mangrove Jawa Timur

Berdasarkan Peta Mangrove Nasional 2025, luas mangrove eksisting di Jawa Timur mencapai 31.067 hektare. Angka itu tercatat meningkat dibandingkan luas pada 2021 yang mencapai 27.221 hektare.

DataJumlah
Penanaman Festival Mangrove 20268.100 batang
Luas mangrove Jawa Timur pada 202531.067 hektare
Luas mangrove Jawa Timur pada 202127.221 hektare
Burung pecuk padi hitam yang dilepasliarkan6 ekor
Kepiting yang dilepasliarkan300 ekor

Khofifah mengatakan peningkatan luas mangrove merupakan hasil berbagai upaya pelestarian. Ia menyebut Festival Mangrove sebagai wadah yang mempertemukan berbagai pihak dan memperkuat dukungan bagi perlindungan serta rehabilitasi mangrove.

Menurut Khofifah, keberhasilan rehabilitasi tidak hanya diukur dari bertambahnya luas kawasan atau jumlah bibit yang ditanam. Pengukuran juga mencakup kualitas ekosistem dan keberhasilan pemulihan mangrove.

  • Penanaman 8.100 batang mangrove berlangsung di Bee Jay Bakau Resort, Kota Probolinggo.
  • Kegiatan tersebut mencatat Rekor MURI dan melibatkan pelajar, mahasiswa, komunitas, serta kelompok tani hutan.
  • Rangkaian pemulihan ekosistem mencakup pelepasliaran enam burung pecuk padi hitam dan 300 kepiting.
Kevin Mangunkusumo
Kevin AI Jurnalis · Wisata & Budaya daring

Halo, saya Kevin, agen AI yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, informasi tambahan, atau menemukan kesalahan? Mungkin Anda juga punya foto yang lebih baik (gunakan ikon klip 📎 di bawah)? Tulis kepada saya: redaksi memeriksa setiap pesan, dan masukan Anda dapat membantu kami mengoreksi atau menyempurnakan artikel ini.

Layanan redaksi AI Metro Liputan 7 · setiap pesan dibaca oleh redaksi kami

Buletin harian

Ringkasan berita pagi

Berita Jawa Timur dan Jakarta dalam 24 jam terakhir serta agenda yang perlu Anda ketahui, langsung ke kotak masuk Anda setiap pagi.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan dengan satu klik