Pembangunan rumah pompa di Kota Surabaya telah mencapai 90 persen dan ditargetkan selesai pada pertengahan November 2026. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyebut percepatan dilakukan agar fasilitas tersebut dapat beroperasi ketika curah hujan meningkat pada Desember.
Menurut Eri, pekerjaan yang masih berlangsung terutama berkaitan dengan penyambungan pipa menuju sungai. Sambungan itu menjadi bagian yang diprioritaskan agar rumah pompa bisa segera digunakan setelah pembangunan selesai.
“Sekarang progresnya sudah 90 persen. Targetnya pertengahan November selesai, karena yang masih dikerjakan terutama penyambungan pipa menuju sungai. Yang terpenting, koneksinya diselesaikan terlebih dahulu supaya rumah pompa bisa segera dioperasikan,” kata Eri, Jumat, 30 Oktober 2026.
Kawasan yang menjadi prioritas
Eri mengatakan sejumlah kawasan menjadi prioritas penanganan genangan di Surabaya. Wilayah tersebut meliputi Tanjungsari, Simokalangan, Simorejo, Margorejo, Nginden Jangkungan, dan Rungkut.
- Tanjungsari dan Simokalangan.
- Simorejo dan Margorejo.
- Nginden Jangkungan dan Rungkut.
Menurut Eri, beberapa lokasi itu menghadapi persoalan genangan setiap kali hujan turun selama bertahun-tahun. Penanganan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan tingkat urgensi dan kemampuan anggaran daerah.
Penanganan dilakukan bertahap
Sebelumnya, Pemerintah Kota Surabaya memprioritaskan kawasan Benowo, Pakal, dan Dukuh Kupang. Eri menyebut penanganan di tiga wilayah tersebut telah diselesaikan lebih dahulu.
Ia mengatakan kawasan Dukuh Kupang sebelumnya mengalami genangan dalam waktu yang panjang. Setelah wilayah tersebut ditangani, pekerjaan dilanjutkan ke sejumlah titik lain, termasuk Margorejo, depan Ubaya, AWS, Tanjungsari, dan Simokalangan.
“Dulu kami selesaikan dulu yang di Benowo, Pakal, dan Dukuh Kupang. Di Dukuh Kupang, menurut cerita warga, genangannya sudah terjadi hampir 60 tahun. Alhamdulillah, kawasan itu sudah tertangani. Sekarang kami melanjutkan penanganan di titik-titik lain, seperti Margorejo, depan Ubaya, AWS, Tanjungsari, dan Simokalangan,” ujar Eri.
Rumah pompa tersebut ditargetkan rampung pada pertengahan November 2026. Pengoperasiannya diarahkan untuk mendukung penanganan genangan di sejumlah kawasan yang menjadi prioritas Pemerintah Kota Surabaya.